Senin, 14 Mei 2012

DAYA TARIK DAN CINTA DEWASA AWAL


Dewasa awal yaitu berusia 20-40 tahun, adalah masa peralihan dari ketergantungan kemasa mandiri, baik dari segi ekonomi, kebebasan menentukan diri sendiri, dan pandangan tentang masa depan sudah lebih realistis. Golongan dewasa awal mulai membentuk kehidupan keluarga dengan pasangan hidupnya, yang telah dibina sejak masa remaja.
Berikut Beberapa Tugas Dewasa Awal, Menurut Turner Dan Helms (1995) :
a.    Menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
b.   Membina kehidupan rumah tangga
c.    Meniti karier dalam rangka
d.   memantapkan kehidupan ekonomi rumah tangga
e.    Mencari dan menemukan calon pasangan hidup
Penunjang Penguasaan Tugas-Tugas Perkembangan Dewasa Awal :
a.    Efisiensi fisik.
b.   Kemampuan motorik
c.    Kemampuan mental
Penghambat Penguasaan Tugas-Tugas Perkembangan Dewasa Awal :
a.    Unrealistic Aspiration (Aspirasi yang tidak realistis)
b.   Overprotectiveness (perlindungan yang berlebihan).
c.    Prolonggation of peer group influences (perpanjangan pengaruh peer group).
d.   Discontinuities in training (latihan yang tidak berkesinambungan)
  DAYA TARIK DAN CINTA
Kedekatan fisik tidak menjamin bahwa kita akan membangun hubungan positif dengan seorang individu. Keakraban dapan menumbuhkan kebencian, tetapi keakraban adalah kondisi yang diperlukan untuk terbangunnya suatu hubungan dekat.
Salah satu pelajaran penting tentang hubungan dekat adalah bahwa kita suka berkumpul dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Kita memiliki kesamaan sikap, perilaku dan karakteristik. Pada beberapa kasusu terbatas dan pada beberapa karakteristik tertentu, perbedaan mungkin akan menarik, misalnya orang yang tidak mempunyai uang berharap mempunyai teman yang mempunyai banyak uang, orang yang introvert berharap mempunyai teman dengan orang ekstrovet. Tetapi umumnya kita tertarik dengan individu yang memiliki karakteristik yang sama daripada karakteristik yang berbeda (Brendt & Perry, 1990).
Validasi konsensual (consensual validation) memberikan sebuah penjelasan mengapa seorang individu tertarik kepada orang yang memiliki kesamaan dengannya. Sikap dan perilaku kita didukung ketika sikap dan perilaku ketika sikap dan perilaku orang lain sama dengan kita, sikap dan perilaku mereka menguatkan sikap dan perilaku kita.
Cinta mengacu pada perilaku manusia yang sangat luas dan kompleks. Klasifikasi yang umum menggambarkan 4 bentuk cinta, yaitu: altruisme, persahabatan, cinta yang romantis, dan cinta yang penuh perasaan atau persahabatan.

a.      Persahabatan
Persahabatan (friendship) adalah satu bentuk hubungan dekat yang melibatkan kenikmatan (kita suka menghabiskan waktu dengan sahabat kita), penerimaan (kita menerima teman kita tanpa mencoba mengubahnya), kepercayaan (kita menganggap seorang teman akan bertindak untuk kepentingan kita yang paling baik), hormat (kita berpikir teman kita membuat keputusan yang baik), saling menolong (kita menolong dan mendukung teman kita dan sebaliknya), menceritakan rahasia (kita berbagi pengalaman dan hal-hal yang rahasia dengan seorang teman), mengerti (kita merasa seorang teman sangat memahami kita dan memahami apa yang kita suka) dan spontanitas (kita merasa bebas untuk menjadi diri sendiri di depan seorang teman). (Davis,1985)
Menurut Rubin (ahli psikologi sosial), menyukai berarti menyadari bahwa orang lain sama dengan kita, hal ini termasuk penilaian positif dari seorang individu.
Menurut Keith Davis, teman dan pasangan romantic sama-sama memiliki sifat menerima, percaya, hormat, terus terang, memahami, spontanitas, saling menolong dan kebahagiaan. Hubungan dengan kekasih lebih melibatkan kekaguman dan eksklusivitas.

b.      Cinta yang romantis atau bergairah
Cinta yang romantis (romantic love) juga disebut cinta yang bergairah atau eros, cinta tersebut memiliki elemen seksual dan kekanak-kanakan dan seringkali mendominasi bagian awal suatu hubungan cinta. Api gairah membakar dalam cinta yang romantic. Cinta seperti inilah yang dimaksud ketika kita mengatakan sedang jatuh cinta.
Cinta yang romantic adalah alasan utama kita untuk menikah. Suatu penelitian menunjukkan bahwa laki-laki akan terus tidak menikah jika mereka tidak jatuh cinta, sebaliknya perempuan lebih memilih tidak memutuskan atau bahkan tetap menikah meskipun mereka tidak mencintai calon suaminya (Kephart, 1967).
Cinta romantic sangat penting bagi dewasa awal, lebih dari separuh menyebutkan kekasih romantic daripada menyebut orang tua, saudara kandung atau teman. Kepada kekasih romantic, seorang individu mengatakan “saya mencintai”, tidak sekedar “saya cinta”.
Cinta yang romantic mencakup jalinan yang rumit dari emosi-emosi yang berbeda (ketakutan, kemarahan, gairah seksual, kesenangan dan kecemburuan).

c.       Cinta yang penuh afeksi atau kebersamaan
Cinta lebih dari sekedar gairah. Cinta yang penuh afeks (affection love) juga disebut cinta penuh kebersamaan. Yaitu tipe cinta yang terjadi ketika hasrat individu untuk berada dekat dengan orang lain dan melibatkan perasaan yang dalam dan sayang terhadap orang tersebut.
Tahap awal dari cinta yang romantic dipenuhi oleh campuran antar daya tarik seksual dan pemuasan, menurunkan rasa kesepian, ketidakpastian tentang jaminan berkembanganya perasaan attachment yang lain, dan suka cita dari mengeksplorasi keunikan manusia lain. Bersama dengan waktu, daya tarik seksual semakin berkurang, kecemasan dan attachment juga semakin sedikit atau malah menghasilkan konflik dan penarikan diri (withdrawal). Keunikan digantikan oleh keakraban dan pasangan menemukan diri mereka terikat dalam hubungan yang saling menyayangi secara mendalam atau tertekan-merasa bosan, kecewa, kesepian atau marah.
Cinta yang penuh perasaan terdiri atas dua tipe cinta: keintiman dan komitmen.
Teori cinta triangular (the triangular theory of love) adalah suatu teori Sternberg yang menyatakan bahwa cinta memiliki tiga bentuk utama, gairah, kenitiman, dan komitmen.
-          Gairah adalah daya tarik fisik dan seksual pada pasangan.
-          Keintiman adalah perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan, dan berbagi dalam hubungan.
-          Komitmen adalah penilaian kognitif kita atas hubungan dan niat kita untuk mempertahankan hubungan bahkan ketika menghadapi masalah.
Ketika hanya ada gairah (dengan rendahnya atau tidak adanya keintiman dan komitmen), hanya nafsu yang terjadi. Hal ini mungkin terjadi dalam suatu perselingkuhan atau orang yang tidak terikat di mana hanya ada sedikit keintiman dan ketiadaan komitmen. Jika hubungan memiliki keintiman dan komitmen, tapi sedikit gairah atau bahkan tidak ada, cinta yang penuh afeksi atau kebersamaan terjadi, sebuah pola yang sering ditemukan pada pasangan bahagia yang telah menikah bertahun-tahun lamanya. Jika gairah dan komitmen ada tapi keintiman tidak ada , Stenberg menyebut hubungan itu sebagai cinta yang konyol (fatuos love), seperti saat seseorang memuji seseorang dari jauh. Jika hnya tiga komponen cinta (gairah, keintiman dan komitmen) ada, maka itulah tipe cinta yang paling kuat dialami, Sternberg menyebut cinta ini sebagai cinta yang sempurna (consummate love).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar